Erling Haaland Ke Dortmund Lantaran MU Tak Serius Dekatinya

by -11 views
erling haaland

Striker muda sensasional Borussia Dortmund, yakni Erling Haaland ungkap hal bahwa sebenarnya dirinya bisa saja berlabuh ke Manchester United. Haaland kala itu sebenarnya sudah sangat dekat dengan United, namun sikap manajemen MU dinilai yang membuat Haaland tak memilih MU. Ia menilai bahwa manajemen United tidak serius dan plin plan atas rencana dan keputusannya.

Padahal sejatinya, United memiliki keunggulan yang jauh lebih banyak ketimbang Dortmund untuk datangkan Haaland pada bulan Januari lalu. Itu karena adanya sosok Ole Gunnar Solskjaer, yang digadang gadang bakalan membuat proses adaptasi Haaland di United berjalan lancar. Ditambah lagi, Solskjaer adalah rekan baik ayah Haaland, yakni Alf Inge yang pernah sama sama membela timnas Norwegia.

Akan tetapi saat rumor berhembus sangat kencang yang menyebut Haaland akan merapat ke Old Trafford, namun fakta berbicara lain. Pada akhirnya Haaland yang kala itu memperkuat RB Salzburg lebih memilih hijrah ke Borussia Dortmund.

Ini menjadi suatu hal yang agak mengejutkan karena saat itu kondisinya Dortmund masih memiliki sosok Paco Alcacer yang penampilannya jauh dari kata buruk. Sementara kubu United sendiri lebih alami krisis di lini depan menyusul cederanya Marcus Rashford, sedangkan tak ada pemain lagi yang bisa melapisinya.

Sikap manajemen Manchester United yang ragu ragu disinyalir jadi alasan mengapa akhirnya Haaland lebih memilih bergabung dengan Borussia Dortmund. Ditambah lagi kala itu memang kondisi Solskajer sebagai pelatih United disebut disebut tak akan bertahan lama lagi. Sehingga Haaland pun memilih untuk tak mengambil resiko apabila Solskjaer hengkang dari MU.

Pernyataan Ayah Erling Haaland, Alf Inge

“Kalian tak akan pernah bisa mengetahui seperti apa karirnya apabila memang berpindah ke klub lain. Mungkin akan lebih bagus apabila kondisinya memang seperti ini saja.” ungkap sang ayah, Alf Inge terkait Haaland dan MU dilansir dari TV2.

“Kita jelas tak akan pernah bisa mendapatkan jawabannya. Namun kami begitu senang melihatnya di klub barunya untuk saat ini.” lanjuta Inge.

“Karena pada dasaranya jelas anda harus pindah ke klub yang benar benar menginginkamu. Bukan tergantung siapa pelatih yang melatih klub tersebut.”

“Saya merasa itulah yang paling penting saat ini. Selain itu kita juga mesti melihat bagaimana klub klub itu berjalan 5 hingga 10 tahun terakhir serta apa tujuan mereka.” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *