Kedisiplinan Yang Jadi Penghambat Paul Pogba

by -31 views
paul pogba

Sosok Paul Pogba diyakini memiliki kualitas salah satu yang terbaik bila bicara ketika dia memasuki lapangan pertandingan. Hal tersebut tak diragukan dan banyak orang yang sudah mengetahuinya. Namun sayangnya, kedisiplinan yang kurang ia lakukan, disebut sebut jadi penghambat baginya jadi seorang pemain top dunia.

Pogba kembali ke klub yang jadi tempatnya menimba ilmu sepakbola, yakni Manchester United pada tahun 2016 lalu. Manajemen United rela merogoh kocek dalam dalam demi memulangkannya dari Juventus. Sayang memang meski harganya mahal, tapi Pogba sangat jarang bisa tampil apik secara konsisten. Kendati sukses memambantu MU menjuarai Piala Liga Inggris dan Liga Europa di musim perdananya, performa Pogba terus menurun.

Masalah lain kemudian tak hanya datang dari masalah performanya, namun juga karean seringnya ia keluar masuk ruang perawatan akibat cedera. Ditambah lagi derasnya kritikan yang datang padanya, lantaran kerap lebih mementingkan urusan di luar lapangan.

Salah satu pihak yang kerap memberikan kritikan pada sosok Pogba adalah eks pemain Liverpool, yakni Graeme Souness. Pria yang kini menjadi Pandit itu menilai bahwa seharusnya kini Pogba sudah menjadi seorang bintang yang besar. Apalagi dia memiliki modal untuk dapat mencapai level tersebut.

Itu kemungkinan besar diakibatkan karena kebiasaannya yang memilih terus menerus show-off, daripada bekerja mengasah kemampuannya. Kini di MU sudah ada sosok Bruno Fernandes yang tampil fantastis, apabila tak segera berubah, Pogba bisa saja meredup karirnya.

Pernyataan Souness Terkait Paul Pogba

“Sosok Pogba memiliki segalanya untuk bisa menjadi seorang pemain top. Ia memiliki tubuh yang atletis, teknik bermain luar biasa, sayang memang sikapnya begitu berbeda dengan saya dan pemain pada umumnya.” ungkap Souness dilansir dari Sportskeeda.

“Cara berpikrinya selalu seperti ini, ‘saya ingin menunjukan kehebatan saya saat ini dan menjadi seorang bintang’ di setiap pertandingan.” lanjutnya.

“Sedangkan pemain lain umumnya berpikir seperti ini, ‘bermain dan bekerja lebih keras daripada lawanmu, kemudian kita lihat seperti apa hasilnya nanti’.”

“Apabila Pogba mau bersikap seperti itu, saya sangat yakin dia akan begitu sukar untuk bisa ditandingi.” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *